Senin, 30 Maret 2015

Tanaman Jarak



Jarak Pagar

Tanaman jarak penghasil biodiesel berasal dari jenis tanaman jarak pagar yang dalam bahasa Inggris bernama Physic Nut dengan nama Jatropha curcas. Tamanan ini merupakan tanaman semak yang termasuk keluarga Euphorbiaceae. Tamanan jarak pagar memiliki cabang-cabang yang tidak teratur dengan tinggi batang 1-7 meter. Batangnya berkayu, berbentuk silindris, dan memiliki tonjolan-tonjolan bekas tangkai daun yang gugur. Bila dipatahkan atau terluka batangnya akan mengeluarkan getah berwarna putih, kental dan agak keruh.
Daun tanaman ini tersebar di sepanjang batang. Permukaan atas dan bawah daun berwarna hijau, tetapi permukaan bawah lebih pucat dari permukaan atas. Daun berbentuk jantung atau bulat telur. Tulang daun menjari dengan 5-7 tulang utama. Tangkai daun panjang, sekitar 4-15 cm. Bunga tamanan ini berupa bunga majemuk berbentuk malai, berwarna kuning kehijauan, berkelamin tunggal dan berumah satu. Baik bunga jantan maupun betina tersusun dalam rangkaian berbentuk cawan. Bunga ini muncul di ujung batang atau di ketiak daun. Kelopak bunga berjumlah lima yang berbentuk bulat telur.
Buah tanaman jarak pagar berupa buah kotak berbentuk bulat telur dengan diameter 2-4 cm. Buah ini berwarna hijau ketika masih muda dan kuning jika sudah masak. Buah terbagi menjadi tiga ruang masing-masing ruang berisi satu biji yang berbentuk bulat lonjong, berwarna coklat kehitaman dan mengandung banyak minyak. Tanaman jarak pagar (Jathropa Curcas) berasal dari Afrika Selatan, tamanan ini sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak dekade 40-an, saat penjajah Jepang menggunakan minyak jarak untuk penerangan di rumah-rumah dan sumber energi untuk menggerakkan alat-alat perang.
Tanaman ini tahan kekeringan dan mulai berbuah dalam waktu lima bulan. Tumbuhan ini produktif penuh saat berumur lima tahun, dan usia produktifnya mencapai 50 tahun. Semua bagian tamanan ini berguna, daunnya dapat digunakan sebagai makanan ulat sutra, antiseptik, dan anti radang. Getahnya untuk penyembuh luka dan pengobatan lain, yang paling tinggi manfaatnya adalah buahnya, daging buahnya digunakan untuk pupuk hijau dan produksi gas, sementara bijinya untuk pakan ternak dan untuk bahan bakar pengganti minyak diesel (solar) dan minyak tanah.

KELEBIHAN TANAMAN JARAK PAGAR
Selain tamanan jarak, Indonesia memiliki sekitar 50-an jenis tanaman lain yang dapat menghasilkan minyak dan dikembangkan sebagai biofuel. Namun dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak lainnya tanaman jarak memiliki banyak keunggulan. Secara agronomis tamanan jarak merupakan tanaman yang tidak memerlukan perawatan yang intensif bahkan tidak perlu, karena termasuk dalam kategori tanaman yang mudah tumbuh pada lahan kritis. Hal ini menjadikan jarak pagar dapat difungsikan untuk memulihkan kembali lahan kritis yang saat ini mencapai sekitar 22 juta hektar. Dengan lahan seluas itu dan tingkat produktivitas minyak jarak sebesar 35% dari biji kering yang dihasilkan, setidaknya dapat diperoleh tidak kurang dari 600 juta barel minyak jarak setiap tahun. Angka tersebut melebihi kapasitas produksi minyak bumi Indonesia yang rata-rata mencapai 500 juta barel.

KEKURANGAN TANAMAN JARAK PAGAR
1.      Secara komersil belum bisa bersaing dengan bahan bakar fosil.
Selama ini jarak pagar tidak dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak solar dan minyak tanah karena secara komersial tidak bisa bersaing dengan BBM solar dan minyak tanah yang relatif murah karena disubsidi pemerintah.
2.      Pengembangan tanaman jarak dalam skala komersil dikhawatirkan akan merampas
      lahan potensial untuk tanaman pangan dan hortikultura
Penanaman tanaman jarak dalam skala besar membutuhkan lahan yang tidak sedikit, dan hal ini akan merampas lahan potensial yang seharusnya digunakan bagi tanaman pangan dan hortikultura. Pengembangan jarak dalam skala yang luas tentu saja mendapat tentangan dari berbagai elemen masyarakat khususnya dinas pertanian dan tanaman pangan.
3.   Tingginya biaya produksi dan sulitnya pemasaran.
Budi daya tanaman jarak pagar sebagai sumber bahan bakar alternatif, disebabkan karena masalah tingginya biaya produksi dan pemasaran. Akibatnya, semangat petani mengendur, bahkan diantaranya ada yang membabat kembali tanaman jarak yang diusahakannya. Hal ini terjadi karena belum adanya minat beli terhadap hasil panen.



METODE PENGOLAHAN BIJI JARAK
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yang diduga mengandung minyak atau lemak adalah rendering, teknik pengepresan mekanis (mechanical expression), dan menggunakan pelarut (solvent extraction). Metode yang paling sesuai untuk biji jarak yaitu teknik pengepresan mekanis. Dua cara yang umum digunakan pada pengepresan mekanis biji jarak yaitu pengepresan hidrolik (hydraulic pressing) dan pengepresan berulir (expeller pressing). Pada dasarnya proses pengepresan atau stamping menggunakan teknik tumbukan yaitu dengan menekan / menumbuk suatu material pada suatu mesin menjadi bentuk yang diinginkan. Mesin pres adalah mesin yang menyangga sebuah landasan dan sebuah penumbuk dan suatu mekanisme yang menyebabkan penumbuk bergerak lurus dan tegak menuju landasan.
SKEMA PENGOLAHAN MINYAK JARAK
Gambar .1 Alur pengolahan biji jarak

Proses pengolahan minyak jarak meliputi : pengeringan buah jarak untuk mengeluarkan biji dari buah jarak, pengeringan biji jarak hingga diperoleh kadar air biji (kair) 6%, pemisahan kulit biji (cangkang) dengan daging biji yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin pemisah biji jarak, proses pemanasan daging biji (steam) pada suhu 170oC selama 30 menit, penghancuran daging biji, pengepresan minyak dengan menggunakan mesin pengepres dan penyaringan minyak (Trubus, 2005). Bungkil biji jarak dari hasil pengepresan minyak jarak dapat digunakan sebagai pakan ternak setelah terlebih dahulu membuang racun ricin dan kurkinnya. Kadar racun jarak di Indonesia belum diketahui, sedangkan jarak Riccinus communis yang dibudidayakan di negara-negara lain seperti Afrika Selatan, Israel dan Turki berkadar 3,3-3,9 mg/g racun ricin. Setelah proses pemanasan racun kurkin akan kehilangan daya toksiknya, sedangkan racun ricin dapat dihilangkan dengan perlakuan kimiawi, yaitu dengan menambahkan etanol dan NaOH (Trubus, 2005).




Gambar 2. Jarak